Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Hukuman Mantan Kadis CKTR Kuansing di Tambah Jadi 8 Tahun
Selasa, 23-11-2021 - 18:31:56 WIB
Hukuman Mantan Kadis CKTR Kuansing di Tambah Jadi 8 Tahun
TERKAIT:
 
  • Hukuman Mantan Kadis CKTR Kuansing di Tambah Jadi 8 Tahun
  •  

    TELUK KUANTAN, Liputanonline.com - Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Kuansing Fahruddin ST alias Paka mendapat tambahan hukuman dari Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru atas banding pihak Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ruang pertemua Hotel Kuansing. Paka mendapat tambahan hukuman 1 tahun menjadi 8 tahun penjara.

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan-Singingi (Kuansing) Hadiman MH dalam keterangan terlulis yang diterima, Selasa (23/11/2021) siang menyebut, dalam sidang putusan banding JPU di Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru pada Senin (22/11/2021) kemarin, pihak PT akhirnya menambah hukuman dua terdakwa kasus ruang pertemuan Hotel Kuansing dalam hal ini Fahruddin selaku mantan Kadis CKTR dan Alfion Hendra selaku PPTK masing-masing 1 tahun dari putusan hukuman sebelumnya dari Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru.

    ''Masing-masing ditambah hukumannya 1 tahun dari putusan sebelumnya di PN Pekanbaru,'' ujar Hadiman.

    Oleh karena itu, Fahruddin menerima hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan untuk Alfion Hendra menerima penambahan hukuman menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

    Sebelumnya pada Jumat 27 Agustus 2021 yang lalu Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru menjatuhkan vonis kepada Fahruddin alias Paka hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan Alfion Hendra divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Atas putusan Hakim PN Pekanbaru tersebut, pihak JPU dari Kejari Kuansing memutuskan banding terhadap vonis yang telah diberikan.

    Vonis hakim tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan JPU dalam sidang sebelumnya. Penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing sebelumnya menuntut 8 tahun penjara terhadap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Fakhruddin ST dan stafnya Alfion Hendra selaku PPTK selama 6 tahun dan 6 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi Hotel Kuansing yang merugikan negara Rp5 miliar lebih.

    Diketahui, pembangunan Hotel Kuansing dilakukan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pemkab Kuansing di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Nomor DPA Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) 1.03.1.03.07.29.02.5.2. Pada pos mata belanja diketahui terdapat kegiatan Pembangunan Ruang Pertemuan Hotel Kuansing.

    Perkara itu bermula pada tahun 2014 lalu, yakni adanya pembangunan fisik Hotel Kuansing oleh Dinas CKTR kabupaten setempat. Kemudian di tahun 2015, dilakukan pembangunan ruang pertemuan hotel yang dikerjakan PT Betania Prima dengan pagu anggaran sebesar Rp13,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing.

    Dalam pekerjaannya, rekanan menyerahkan jaminan pelaksanaan Rp629 juta lebih. Selain itu, pada kegiatan ini terjadi keterlambatan pembayaran uang muka oleh PPTK, sehingga berdampak pada keterlambatan progres pekerjaan.

    PT Betania Prima selaku rekanan juga tidak pernah berada di lokasi selama proses pengerjaan proyek tersebut. Mereka hanya datang saat pencairan pembayaran pekerjaan setiap terminnya, dalam hal ini dihadiri Direktur PT Betania Prima.

    Hingga masa kontrak berakhir, pekerjaan tidak mampu diselesaikan rekanan. Rekanan hanya mampu menyelesaikan bobot pekerjaan sebesar 44,5 persen, dan total yang telah dibayarkan Rp5,263 miliar.

    Atas hal itu, PT Betania Prima dikenakan denda atas keterlambatan pekerjaan sebesar Rp352 juta. Namun, PPTK tidak pernah menagih denda tersebut.

    Tidak hanya itu, PPTK juga tidak melakukan klaim terhadap uang jaminan pelaksanaan kegiatan yang dititipkan PT Betania Prima di Bank Riau Kepri sebesar Rp629 juta. Semestinya, uang tersebut disetorkan ke kas daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing.

    Sejak awal kegiatan, Kepala Dinas CKTR Kuansing selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak pernah membentuk tim Penilai Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). Sehingga, tidak pernah melakukan serah terima terhadap hasil pekerjaan, dan saat ini hasil pekerjaan tersebut tidak jelas keberadaannya.

    Dengan demikian, Hotel Kuansing itu belum bisa dimanfaatkan. "Hasil perhitungan kerugian kerugian negara".(**/Zul)




     
    Berita Lainnya :
  • Kapolsek Kuantan Mudik dan Kapolsek LTD Adakan Kegiatan Jumat Barokah Bersedekah Sembako
  • Tutup Manasik Tingkat Kabupaten, Bupati Rohil Sebut Akan Berikan Pelayanan Maksimal
  • Dato' Hamka Terima Mandat Sebagai Panglima Pasukan Adat Gagak Hitam Kota Dumai
  • Pelaku PETI Kabur,Saat dilakukan Upaya Penangkapan
  • Terima Audensi Dari BEM Se-Riau,Ida Yulita Susanti:Ini Murni Silaturahmi Dan Membangun Sinergitas
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kapolsek Kuantan Mudik dan Kapolsek LTD Adakan Kegiatan Jumat Barokah Bersedekah Sembako
    02 Tutup Manasik Tingkat Kabupaten, Bupati Rohil Sebut Akan Berikan Pelayanan Maksimal
    03 Dato' Hamka Terima Mandat Sebagai Panglima Pasukan Adat Gagak Hitam Kota Dumai
    04 Pelaku PETI Kabur,Saat dilakukan Upaya Penangkapan
    05 Terima Audensi Dari BEM Se-Riau,Ida Yulita Susanti:Ini Murni Silaturahmi Dan Membangun Sinergitas
    06 Wako Ahmadi Buka Secara Resmi Sosialisasi ETPD, SIMDA & SIPD
    07 Hadiri Festival Tunggang Langgang DKD, Bupati Rohil Minta Kesenian Terus Dikembangkan
    08 Oknum Marga Lubis Sebut Pemangku Adat Tambang Tarantang Rampas Tanahnya
    09 Lagi,Satres Narkoba Polres Kuansing Kembali Amankan Pengedar Shabu di Muara Lembu Singingi Kuansing
    10 Hibah MCC Gagal, Ida: Wajar, Legalitas Lahan Sampai Saat Ini Tidak Jelas
    11 Satres Narkoba Polres Kuansing Bekuk Pelaku Pengedar Narkoba Saat dalam Kamar Wisma di Kuansing
    12 DPRD Rohil Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus Dan LKPJ Bupati Tahun 2021
    13 Segenap Karyawan PT UKM dan Perwakilan Kelompok Tani Ucapkan,Terima Kasih ke Presiden Jokowi
    14 Kejari Panggil Empat Saksi Buru Otak Dugaan Korupsi BPRS Kota
    15 Jum'at Barokah,Kapolsek Berikan Bantuan Sembako Kepada Lansia dan Warga Kurang Mampu
    16 Halal bi Halal IKLA Kuansing Berjalan Dengan Rasa Penuh Kekeluargaan
    17 Kenal Pamit Kapolsek Kuantan Hilir dan Kanit 1 ResNarkoba, Kapolres Kuansing
    18 Kapolres Kuansing Diwakili Waka Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kantor Kejaksaan Negeri
    19 Polsek Singingi Kembali Tertibkan Aktifitas PETI di Kelurahan Muara Lembu
    20 Sebanyak 122 Warga Kepenghuluan Bagan Nibung Terima Sertifikat Tanah Gratis
    21 Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kuansing Bekuk Pengedar Shabu di Pasar Benai Kuansing
    22 Kasi Intel Sertijab,Rinaldy Jabat Kasi Pidum Kajari Lampung Selatan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © PT.RAFAEL LIPUTAN ONLINE PERS - LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA