Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Tak Senang Diberitakan Di Youtube dan Media Online, Wartawan Diteror Diintimidasi Oknum Mafia BBM
Senin, 16-08-2021 - 00:27:47 WIB
Tak Senang Diberitakan Di Youtube dan Media Online, Wartawan Diteror Diintimidasi Oknum Mafia BBM
TERKAIT:
   
 

DUMAI, Liputanonline.com - Merasa tak senang diberitakan dan diviralkan di you tube, sekelompok anggota mafia BBM mendatangi rumah berinisial Petrus beralamat di bundaran tepatnya dekat pasar ikan.

Dari keterangan dan dikonfirmasi awak media kepada Petrus (korban) di rumah kediamannya pada Jumat, (13/8/2021) mengungkapkan,

"Kedatangan sekelompok orang tersebut kononnya body guard/anak buah salah satu pengusaha mafia BBM yang berada di Bagan Besar Dumai, mereka mendatangi rumah saya beramai ramai, saya hitung ada sekitar kurang lebih 12 orang dengan mengendarai dua unit mobil pada Kamis malam 12/8/2021 pukul 11.15 wib malam, sepertinya kedatangan mereka gelagatnya tidak bersahabat karena begitu mereka turun dari mobil menuju rumah saya, mereka langsung menarik tangan dan kerah baju saya sambil mengelilingi saya.Pada saat itu saya lihat di rumah saya ada 6 orang, dan ada juga yang standby menunggu di mobil, lalu salah seorang bodyguardnya membentak dan ingin membawa saya ke gudang BBM mereka,Tiba tiba datang 1 orang yg saya kenal dan orang tersebut adalah Armen Johar yg satu Profesi sama kita (Wartawan) juga.


Dan tiba tiba si Armen mengatakan bahwa dia sudah seharian mencari saya dan sempat WA ke nomor saya dan mengajak saya ketemu di gudang mafia BBM, karena Armen ini keberatan atas berita tersebut, kemudian memaksa saya untuk menghapus berita yg telah di terbitkan itu.Untuk itu kami minta kau hapus  berita itu di youtube dan kami tunggu 5 menit hapus berita itu dan telefon Pimredmu untuk menghapus semua beritanya "Kata Armen" sambil membentak saya", kata Petrus.

Dilanjutkan Petrus lagi, "Armen juga mengatakan bahwa dirinya adalah datuknya media dan tidak ada yang tidak kenal sama dia di kota Dumai ini", kata Armen nada meninggi.

Setelah itu saya disuruh dan dipaksa oleh salah seorang oknum bodyguard mafia BBM dan juga Armen untuk menyatakan minta maaf pada rudal, sambil dishooting atau dividiokan oleh salah seorang teman Armen.

Sejak peristiwa kejadian malam itu di rumah saya, ibu saya sedang sakit-sakitan, ia mengidap penyakit jantung ditambah ada kejadian seperti ini sekelompok orang tak dikenal mendatangi dan menarik saya, ingin membawa saya ke gudang BBM.

Ibu saya jadi ngedrop dan trauma mengingat kejadian pada malam itu. Saya sekeluarga merasa terancam. Untuk itu saya minta kepada penegak hukum atas kejadian yang menimpa saya sebagai insan pers yang bertugas sebagai sosial kontrol dalam mencari data, investigasi di lapangan, semuanya saya lakukan sesuai undang undang pokok pers Nomor 40 tahun 1999 berjalan sebagai mana mestinya.

Esok harinya sayapun melapor ke kantor Polres Kota Dumai hari Jum'at 13/08/21 pukul 15:40 Wib, Atas kasus pengancaman yang terjadi malam itu.Saat sampai di ruangan Satreskrim di Polres Dumai, Sayapun menceritakan semua peristiwa yang terjadi pada malam itu.Kemudian inilah kata Satreskrim kepada saya saat melapor,

"yang namanya unsur pengancaman itu, ketika pelaku membawa senjata seperti kayu atau senjata tajam. Itulah yang namanya pengancaman dalam keselamatan diri. Tetapi mereka inikan tidak ada membawa senjata tajam ataupun kayu. Jadi kalau menurut saya itu tindak pidananya masih belum terlalu apalah. Jadi lebih baik bapak melapor dulu ke Lurah atau RT setempat, agar RT yang akan melapor ke Babinkamtibmas di tempat itu, agar diselesaikan secara kekeluargaan atau dilaporkan ke dewan pers", kata Satreskrim Dumai memberi solusi.

Sementara UU No 40 Tahun 1999, memang poksi wartawan tanpa ada interpensi dari pihak manapun.Saya berharap demi tegaknya supremasi hukum atas kejadian ini di berikan keadilan dan seadil adilnya oleh penegak hukum.
Pada undang undang pokok pers no.40 tahun 1999 pada pasal 18 ayat 1 sudah jelas di nyatakan: "barang siapa menghalang-halangi tugas pers maka ia bisa dijerat sanksi hukum dipenjara sekurang kurangnya 2 tahun penjara atau didenda 500 juta".

Setelah diklarifikasi oleh awak media, melihat dan mendengar dari sumber berinisial Petrus, ia adalah korban kriminalisasi wartawan. Kalau kita simak posisi dia benar dalam mencari, menghimpun data di lapangan. Memang itulah tupoksi wartawan sebenarnya, tapi ironisnya kenapa pula dia yang harus minta maaf,
dan ditindak dan bahkan terjadi penekanan dan diancam, seolah-olah dia bersalah. Dimana letak kebenaran dan keadilan itu.? dimana hati nurani nya?.

Selain itu, kedatangan sekelompok orang tersebut yang datang kerumah si Petrus pada malam hari / pada Kamis malam pukul 11.15 WIB atau pukul 23.15 WIB, secara kebiasaan dan tradisi adat orang timur, tidaklah pantas ada yang bertamu ke rumah orang pada tengah malam. Apakah itu sesuatu hal yang terpuji ? Tindakan itu sudah merupakan pidana pada KUHP pasal 310, merupakan perbuatan tidak terpuji, termasuk adanya penekanan dan pengancaman dengan kata-kata, seseorang dengan maksud tertentu dan memaksakan kehendak, semua itu adalah Pidana.

Di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 369 Ayat 1 bahwa “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran, baik lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seseorang supaya memberikan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, atau supaya memberikan hutang atau menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45b yang berbunyi bahwa,

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Kita berharap dengan kejadian ini yang dialami oleh rekan wartawan berinisial Petrus yang bertugas di media Humas Polri ini, sudah sepantasnya ia mendapat perlindungan hukum baik dari penegak hukum seperti Polri, maupun dari Dewan Pers itu sendiri karena ini salah satu mengintimidasi tugas pers yang dizolimi oleh oknum-oknum tertentu. (Tim Media)


Editor: F. ZALUKHU




 
Berita Lainnya :
  • Kapolsek Kuantan Hilir Menjenguk, Memberi Bantuan Kepada Abdul Mathalib Korban Terkaman Beruang
  • Polsek Kuantan Hilir,Ungkap Kasus Curanmor Mengamankan 2 Pelaku, Berikut Barang Bukti
  • Surau Al-Munawarah padang lalang Koto kari Bentuk panitia Qurban
  • Desa Sungai Bendung Air, Jadi Juara Umum Pada Jambore PKK Kecamatan Kayu Aro
  • Kapolres Kuansing Pimpin Langsung Pelaksanaan Razia Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kapolsek Kuantan Hilir Menjenguk, Memberi Bantuan Kepada Abdul Mathalib Korban Terkaman Beruang
    02 Polsek Kuantan Hilir,Ungkap Kasus Curanmor Mengamankan 2 Pelaku, Berikut Barang Bukti
    03 Surau Al-Munawarah padang lalang Koto kari Bentuk panitia Qurban
    04 Desa Sungai Bendung Air, Jadi Juara Umum Pada Jambore PKK Kecamatan Kayu Aro
    05 Kapolres Kuansing Pimpin Langsung Pelaksanaan Razia Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin
    06 Ketua DPRD Kuansing Resmi Surati Ketua DPP Lima Partai Koalisi Sanjai
    07 Prihatin! Teratak Aset Desa Saewe Terbengkalai Di Pinggir Jalan
    08 Berjalan 2 Bulan, Program Sosial BANGKO GASSPOLL Terbukti Menyentuh Kemasyarakat
    09 Penertiban PETI di Sungai Kukok Kuantan Hilir Seberang, Pekerja Kabur Saat Aparat Polsek Datang
    10 Sempena Hari Bhayangkara ke 76, Kapolsek Singingi Laksanakan Penyerahan Hadiah Kepada Pemenang
    11 Kapolsek Kuantan Mudik Bersama Anggotanya Lakukan Penindakan Terhadap PETI di Sungai Kuantan
    12 Ratusan Orang Tumpah Ruah Mengikuti Jalan Santai yang Diadakan Polres Kuansing
    13 Polres dan Satpol PP Kuansing Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi Terjadi Gangguan Kamtibmas
    14 Respon Cepat,Kapolsek Kuantan Mudik Tindak Aktifitas PETI Tanpa Izin Pasang Spanduk Larangan
    15 SatRes Narkoba Polres Kuansing Amankan Pengedar Shabu di Sentajo Raya Kuansing
    16 Majukan Ekonomi, Pasar Lukin Desa Mak Teduh Resmi Beroperasi, Masyarakat Sambut Antusias
    17 Kunjungan Sosial IMAH FAMILI, Ketua Umum; Mari Kita Bergandengan Tangan Kedepan
    18 Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Kuansing Tangkap 2 Orang Resedivis Pelaku Pengedar Narkoba
    19 Operasi Patuh LK 2022 Polres Kuansing 8 Sasaran Prioritas
    20 Waka Polres Kuansing Berikan Arahan dan Pembelajaran Kepada Siswa Diktuk BA Polri SPN Polda Riau
    21 Roadshows Ketua DPD partai Demokrat Dengan Tema Gerak Cepat Demi Rakyat
    22 Kapolsek Lakukan Kegiatan Pemberian Bantuan Sembako Kepada Masyarakat yang Kurang Mampu
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © PT.RAFAEL LIPUTAN ONLINE PERS - LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA