Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Sadis,Pasutri Ini Diikat Lalu Disulut Bara Api Oleh Rekan Kerjanya,Istri Meninggal Dunia Suami Lari
Senin, 02-08-2021 - 14:05:00 WIB
Sadis,Pasutri Ini Diikat Lalu Disulut Bara Api Oleh Rekan Kerjanya, Sang Istri Meninggal Dunia Sedangkan Suaminya Melarikan Diri
TERKAIT:
 
  • Sadis,Pasutri Ini Diikat Lalu Disulut Bara Api Oleh Rekan Kerjanya,Istri Meninggal Dunia Suami Lari
  •  

    Pelalawan, Liputanonline.com - Polres Pelalawan Berhasil meringkus 9 tersangka penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

    Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Nardy Masry Marbun, SH.

    Kronologis kejadian berawal pada hari Jumat tanggal 23/07/2021 sore hari, para tersangka emosi karena menuduh kedua korban melakukan guna-guna terhadap anak-anak mereka yang jatuh sakit yang saling bergantian.


    Kerena sakit hati itu, Kepala Rombongan (KR) Marlinus Halawa Alias Ama Keisha Halawa dan tersangka lainnya, mengikat kedua korban menggunakan tali nilon, dengan posisi awal, korban Anugrah Daeli Alias Ama Devi Daeli diikat kaki dan tangan ke tiang yang ada di dalam kamar sebuah camp, sedangkan korban meninggal dunia Yulina Hia Alias Ina Devi Daeli diikat di tempat tidur menggunakan tali nilon.

    Kedua korban yang merupakan Pasutri ini dianiaya dengan menggunakan besi skraft yang sudah dipanaskan dan kayu yang dibakar agar ada bara apinya dan menempelkannya, serta menyulutkannya ke sekujur tubuh kedua korban, sehingga kulitnya melepuh. Tindakan tersebut berlangsung lagi pada hari Sabtu tanggal 24/07/2021.

    Kemudian pada hari Minggu tanggal 25/07/2021 pagi hari, diketahui korban 1 Anugrah Daeli Alias Ama Devi Daeli berhasil melepaskan tali dan dengan sekuat tenaga, ia berhasil melarikan diri arah kota Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan Riau dengan menemui kepala suku untuk melaporkan apa yang sudah menimpa dirinya dan istrinya.

    Kemudian para tersangka melakukan pencarian di sekitar camp tempat ia bekerja dan alhasil tidak ditemukan.

    Kemudian kepala rombongan (KR) Marlinus Halawa Alias Ama Keisha Halawa, memerintahkan kepada tersangka lain agar mengikat korban 2 Yulina Hia Alias Ina Devi Daeli ke pohon akasia yang jaraknya lebih kurang 300 meter dari camp tempat mereka bekerja. Namun nasib malang menimpa Yulina Hia, lebih kurang 3 jam setelah pengikatan itu korban Yulina Hia akhirnya meninggal dunia karena tidak tahan menanggung siksaan di sekujur tubuhnya yang kena luka bakar itu.

    Sehingga tersangka Marlinus Halawa Alias Ama Keisha Halawa memerintahkan untuk menguburkan jasad Yulina Hia di hutan.

    Kemudian tersangka lainnya Oli Wari Waruwu Alias Ama Rato, Joni Zalukhu, Jaya Hia, dan Imanuddin Lawolo Alias Ama Leni membawa mayat korban dengan pompong ke hutan yang berjarak lebih kurang 1 km dari camp lalu menguburkannya di dalam hutan tersebut.

    Berdasarkan informasi dari keterangan para tersangka, maka Tim Sat Reskrim Polres Pelalawan dan Tim identifikasi Polres Pelalawan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP NARSY MASRY, S.H dan didampingi Kanit Idik-2 Sat Reskrim Polres Pelalawan IPDA ESAFATI DAELI, SH  turun ke TKP untuk melakukan cek dan olah TKP, mencari BB, mencari dan menggali keterangan saksi-saksi di TKP serta mencari lokasi penguburan mayat korban YULINA HIA, dan setelah sampai di TKP diketahui bahwa benar terjadi tindak pidana tersebut dan menemukan lokasi penguburan jasad korban YULINA HIA.

    Berkat kerja keras (Satreskrim) Polres Pelalawan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP. Nardy Masry Marbun, SH  beserta Anggotanya, kesembilan tersangka berhasil diamankan Polres Pelalawan.

    Para tersangka yang diamankan tersebut adalah  MH (35) Laki laki, JH (22) Laki laki, OWW (40) Laki laki, IL (34) Laki laki, BN (52) Laki laki, BH (36) Laki laki, JZ (45) Laki-laki, SG (34) Perempuan dan WM (28) Perempuan serta beberapa barang bukti (BB) yang disita petugas, yaitu batang kayu bulat 2 meter, 1 cangkul, 1 bilah parang, 1 batang potongan kayu 50 cm, potongan kayu bekas terbakar, 4 potongan besi scraf, terpal pembungkus jasad korban, dan  pakaian korban Yulina Hia.

    Kepada  awak media,  pada Minggu pagi  (1/08/2021), sekira pukul 09.30 Wib, Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, S.IK, didampingi Kasat Reskrim AKP. Nardy Masry Marbun, SH dan Kasubbag Humas Polres Pelalawan IPTU Edy Haryanto, SH menjelaskan bahwa kasus penganiayaan tersebut terjadi pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 23/24 Juli 2021 sekira pukul 15.00 Wib, di Areal PT. RAPP Sektor Pelalawan TPK 17 Line 39 Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, yang motifnya hanya karena salah sangka dan praduga kalau korban pasutri ini mengguna-guna anak -anak dari tersangka, yang menyebabkan sakit-sakit setelah guna-guna tersebut.

    "Akibat penganiayaan  9 tersangka ini , korban Anugrah Daeli (35) mengalami luka bakar sekujur tubuh, dan masih dalam perawatan di RSUD Selasih kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Sedangkan korban Yulina Hia (27) meninggal dunia. Kedua korban ya ini adalah pasangan suami istri", ungkap Kapores Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, S.IK

    Jadi terhadap para 9 tersangka ini dikenakan Pasal 170 ayat (2) dan 3 KUHP, dengan ancaman maksimal kurungan 12 tahun penjara.

    "Kepada para Awak media yang hadir dalam acara Peliputan Pers rilis Polres Pelalawan, Kapolres Pelalawan menyebutkan bahwa para tersangka ini serta kedua orang Pasutri yang menjadi korban kebiadaban ini merupakan buruh atau karyawan sebuah Perusahaan yang merupakan Kontraktor dari PT. RAPP. Kedua korban dan 9 tersangka ini tinggal satu camp di Sektor Pelalawan Desa Petodaan.

    Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Nardy Masry Marbun, SH dalam kesempatan ini  menyampaikan, kalau  menurut pengakuan para tersangka, kasus penganiayaan terhadap kedua korban berawal dari para anak-anak tersangka mengalami sakit demam secara bergantian. Hingga pada Jumat tanggal 23 Juli 2021, sehingga para tersangka emosi dan menuduh kedua korban pasutri ini telah melakukan guna-guna terhadap anak-anak tersangka dengan mengunakan ilmu hitam ungkap Kasatreskrim Polres Pelalawan Ini.

    "Kini ke 9 tersangka ini sudah kami tahan di Mapolres Pelalawan guna untuk pengusutan lebih lanjut dan korban Anugrah Daeli (35) tahun, masih dirawat di RSUD Selasih Kota Pangkalan Kerinci", kata Kasat mengakhiri.(**)


    Editor: FIRMAN ZALUKHU




     
    Berita Lainnya :
  • AKP Teguh Wiyono,Pimpin Langsung Upaya Kemacetan di Jalan Lintas Timur Palas-Terantang Manuk
  • TP PKK Kabupaten Pelalawan Laksanakan Kegiatan Jumat Berbagi Di Pangkalan Kerinci
  • Terkait Percepatan Vaksinasi & Penangan Covid 19 di Provinsi Jambi
  • Masyarakat Sungai Linau Bersama KPH Bengkalis Lakukan Pemulihan Hutan
  • Kecewa! SPBU KM 12 Kompos Tidak Jual PLK Malam Hari
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 AKP Teguh Wiyono,Pimpin Langsung Upaya Kemacetan di Jalan Lintas Timur Palas-Terantang Manuk
    02 TP PKK Kabupaten Pelalawan Laksanakan Kegiatan Jumat Berbagi Di Pangkalan Kerinci
    03 Terkait Percepatan Vaksinasi & Penangan Covid 19 di Provinsi Jambi
    04 Masyarakat Sungai Linau Bersama KPH Bengkalis Lakukan Pemulihan Hutan
    05 Kecewa! SPBU KM 12 Kompos Tidak Jual PLK Malam Hari
    06 Kapolda Riau,Bea Cukai Dan Kemenkumham Riau Amankan 117 Kg Sabu dan 1000 Pil Ekstasi
    07 Jenjang Karir Nurul,Dari Bintara Sampai Kaprodi S3 Pascasarjana STIK, Ini Sosoknya
    08 Jumat Sehat, Kapolres Sidrap Bersama Anggota Laksanakan Gowes
    09 DPO Kasus Korupsi Tapsel di Tangkap Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing
    10 Bupati Pelalawan Lantik Anggota BPBD Kabupaten Pelalawan di Pangkalan Kerinci
    11 Gelar Vaksinasi Pelajar, Bupati Sergai:Vaksinasi Adalah Ikhtiar Hadapi Pandemi
    12 Tarmanto Kades Sungai Tanduk Sukses Dalam Penyaluran BLT dan Aktifkan Kantor Desa
    13 Mukhtaruddin Nasution Siap Besarkan PWRI Dikabupaten Bengkalis
    14 Kapolri Perintahkan Polisi Humanis Sikapi Warga Sampaikan Aspirasi
    15 Pemuda Tani HKTI Sidrap Ajak Masyarakat Tanam Pisang
    16 Perdana Rapat Pembentukan Pengurus POKDAR-KAMTIBMAS Resort Pelalawan Terlaksana Baik
    17 Dengan Keterbatasan Penyidik BNNK Kuansing Lebih Proritaskan P2M
    18 Polres Nias Lakukan Konferensi Pers, Pelaku Pembunuhan Fitri Amanda Waruwu Menyerahkan Diri
    19 PK KNPI Kubu Babusaalam Apresiasi 100 Hari Kerja Bupati Rokan Hilir
    20 100 Hari Kerja Bupati Rohil, Sekum PMII: Reformasi Birokrasi Semakin Membaik
    21 Personel Babinsa Kodim 1420 Aktif Dampingi Warga Laksanakan Vaksinasi
    22 KPK Serius Usut Oknum Yang Mengaku Pegawai KPK
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © PT.RAFAEL LIPUTAN ONLINE PERS - LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA