Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Sidang Kasus Djoko Tjandra Jaksa Cecar Eks Ses NCB Interpol soal Surat Istri Djoko Tjandra
Kamis, 03-12-2020 - 21:58:31 WIB
Foto: Luqman Nurhadi Arunanta.
TERKAIT:
 
  • Sidang Kasus Djoko Tjandra Jaksa Cecar Eks Ses NCB Interpol soal Surat Istri Djoko Tjandra
  •  

    Jakarta, Liputanonline.com - Jaksa penuntut umum mencecar saksi bernama Brigjen Nugroho Slamet Wibowo terkait mekanisme surat menyurat Divhubinter Polri. Jaksa menanyakan perihal surat istri Djoko Tjandra, Anna Boentaran yang diterima Irjen Napoleon Bonaparte.

    Brigjen Nugroho sempat menjabat Sekretaris National Central Bureau (Ses NCB) Interpol Indonesia. Namun setelah geger mengenai Djoko Tjandra muncul, Brigjen Nugroho dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

    Awalnya, Brigjen Slamet menjelaskan tentang mekanisme masuknya surat Anna Boentaran ke Divhubinter Polri. Menurut Slamet, surat Anna itu diterima di Divhubinter melalui mekanisme surat menyurat biasa di Divhubinter.

    "Setahu saya sama, melalui jalur mekanisme surat. Surat menyurat di Hubinter kadang-kadang dirapatkan langsung oleh pimpinan bisa, kemudian melalui mekanisme juga bisa, dan ada beberapa surat yang tidak didisposisi oleh pimpinan juga, ada surat yang didisposisi. Dan ada surat yang memang memerlukan jawaban, maka dikonsepkan jawaban oleh staf, lalu berjenjang naik," jelas Slamet dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020).

    Jaksa kemudian bertanya lagi tentang surat Anna Boentaran dan meminta Slamet untuk menjelaskan secara rinci. Namun, Slamet tidak menjelaskan secara konkret dan jaksa kembali mencecar Slamet.

    "Tolong saksi jelaskan terkait surat Ibu Anna Boentaran, apakah surat ini melalui mekanisme yang benar? Tolong jangan dibolak balik, tolong lah saudara saksi kalau mekanismenya yang benar bagaimana dan mekanisme ini bagaimana? Tunjukkan ke kami surat menyurat Ibu Anna Boentaran tersebut masuk lewat ke mana, kemudian masuk didisposisi ke mana, kemudian sampai Ses NCB saudara gimana?," tanya jaksa lagi.

    Slamet pun menjelaskan kalau surat itu dilihatnya langsung berada di tangan Irjen Napoleon yang saat itu menjabat Kadivhubinter Polri. Dia mengaku tidak tahu awal proses surat itu sampai ke tangan Napoleon dan dibawa ke rapat bersama internal Divhubinter Polri.

    "Untuk surat ini, datangnya kepada Kadivhubinter dirapatkan, lalu diberikan kepada Kabag, kemudian diajukan kepada saya berupa konsep jawaban, sudah ada di Kadivhubinter, surat dipegang Kadivhubinter," jelas Slamet.

    Slamet menyebut surat Anna Boentaran saat itu dibahas dalam rapat. Slamet juga mengaku diperintah Napoleon untuk membalas surat Anna Boentaran, dan menandatangani surat balasan itu.
    Untuk diketahui, dalam dakwaan Djoko Tjandra, Anna Boentaran disebut bersurat ke Irjen Napoleon dikirim melalui Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo. Surat itu dimaksudkan agar Divhubinter Polri menghapus red notice Djoko Tjandra.

    "Untuk mewujudkan keinginan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra, pada tanggal 9 April 2020, Tommy Sumardi mengirimkan pesan melalui whatsapp berisi file surat dari saudara Anna Boentaran istri terdakwa Joko Soegiarto Tjandra yang kemudian Brigjen Prasetijo meneruskan file tersebut kepada Brigadir Fortes, dan memerintahkan Brigadir Fortes untuk mengeditnya sesuai format permohonan penghapusan red notice yang ada di Divhubinter. Setelah selesai diedit Brigadir Fortes mengirimkan kembali file tersebut untuk dikoreksi Brigjen Prasetijo, yang selanjutnya file konsep surat tersebut dikirimkan oleh Brigjen Prasetijo kepada Tommy Sumardi," kata jaksa saat membacakan surat dakwaan kala itu.

    Duduk sebagai terdakwa di sidang ini adalah Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Djoko Tjandra didakwa bersama dengan Tommy Sumardi memberikan suap ke 2 jenderal polisi, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

    Suap yang diberikan ke Irjen Napoleon sebanyak SGD 200 ribu dan USD 270 ribu. Bila dikurskan, SGD 200 ribu sekitar Rp 2,1 miliar, sedangkan USD 270 ribu sekitar Rp 3,9 miliar lebih, sehingga totalnya lebih dari Rp 6 miliar.

    Lalu, suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar USD 150 ribu. Bila dikurskan, USD 150 ribu sekitar Rp 2,1 miliar.



    Sumber: Detikcom




     
    Berita Lainnya :
  • Wisata di Pekanbaru Boleh Buka, Namun Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
  • Kapolri Pastikan Komjen Sigit Dikawal Senior-Junior Saat Fit And Proper Test 
  • Panitia Konferkab Buka Pendaftaran Calon Ketua PWI Sidrap-Enrekang
  • Pengurus PKS Kota Pekanbaru,Diskusi Soal Sampah dengan Walikota Pekanbaru
  • Bupati Sidrap Melepas Bantuan Bagi Korban Gempa Di Sulbar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Wisata di Pekanbaru Boleh Buka, Namun Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
    02 Kapolri Pastikan Komjen Sigit Dikawal Senior-Junior Saat Fit And Proper Test 
    03 Panitia Konferkab Buka Pendaftaran Calon Ketua PWI Sidrap-Enrekang
    04 Pengurus PKS Kota Pekanbaru,Diskusi Soal Sampah dengan Walikota Pekanbaru
    05 Bupati Sidrap Melepas Bantuan Bagi Korban Gempa Di Sulbar
    06 Lapangan Maiwa Bakal Dipugar Jadi Sport Centre Berfungsi Ganda
    07 Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Alam Di Sulbar Dandim 1420 Satu Komando Pengendalian
    08 Seorang Remaja Meregang Nyawa Dianiaya Orang Tak Dikenal
    09 Polres Sidrap Andil Kemanusiaan, Kirim Logistik ke Sulbar bersama Bantuan Pemkab Sidrap
    10 Polda Riau Gagas Dialog Interaktif bertema Riau Sejahtera, Polri Dan Masyarakat Menjaga
    11 Wabup Tegaskan Komitmen Pemkab Sergai Galakkan Zakat,Adakan Audiensi Dengan Baznas
    12 Kapolres Enrekang Lepas Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Bencana Gempa Sulawesi Barat
    13 Wali Kota Pekanbaru Terima Audiensi PT CPI,Wali Kota Ucapkan Terimakasih Atas Bantuannya
    14 Personel Dishub Pekanbaru,BPTD Riau dan Kepolisian,Memasang Rambu Jalan Satu Arah Ruas Jalan S Parma
    15 Rencana Belajar Tatap Muka di Kabupaten Pelalawan Menunggu Izin Satgas Covid-19
    16 Diduga Dinas PMD Rohil Bermain Pilpeng Tanjung Leban,Masyarakat Minta Penghulu Terpilih Dilantik
    17 Pria di Inhu Perkosa Anak di Bawah Umur, Modus Ajak Beli Nasi Bungkus
    18 Judi Jenis Togel Seorang Tionghoa,Di Amankan Unit Reskrim Polsek Bangko Polres Rohil Di Rumahnya
    19 Masa Jabatan Plh Sekda Pemprov Telah Berakhir, Tunggu Petunjuk Mendagri Usulkan Pj Sekda
    20 Tuan Rumah Pemkab Sidrap Lakukan Rapat Persiapan STQ XXXII Tingkat Provinsi
    21 Dinas PMD Enrekang Minta PPDI Bantu Akselerasi Pelayanan di Desa
    22 Kasus Pengelolaan Sampah di Pekanbaru,Kejati Riau Belum Terima SPDP
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © PT.RAFAEL LIPUTAN ONLINE PERS - LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA