Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Korupsi Kredit Fiktif Rp7,2 Miliar Eks Account Officer BRI Ujung Batu Divonis Lebih Tinggi
Rabu, 02-12-2020 - 19:15:53 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Korupsi Kredit Fiktif Rp7,2 Miliar Eks Account Officer BRI Ujung Batu Divonis Lebih Tinggi
  •  

    PEKANBARU, Liputanonline.com - Eks Account Officer (AO) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Syahrul, divonis 6 tahun penjara terkait korupsi kredit fiktif senilai Rp7,2 miliar. Hukuman itu lebih tinggi satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina menyatakan Syahrul terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999.

    "Menyatakan terdakwa terbukti bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun," hakim.

    Selain penjara, Syahrul juga dihukum membayar denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara Rp40 juta.

    "Apabila tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika terdakwa tidak punyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan bulan," jelas hakim.

    Hukuman itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, Doni Saputra. Sebelumnya, JPU menghukum Syahrul dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp500 juta atau diganti kurungan penjara 6 bulan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp40 juta atau diganti kurungan badan selama 2 tahun dan 6 bulan.

    Atas putusan itu, Syahrul melalui penasehat hukum menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. "Kami masih pikir-pikir, untuk langkah selanjutnya tunggu dari pihak keluarga," kata penasehat hukum, Taufik Tanjung, Rabu (2/12/2020).

    Taufik menilai hukuman yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kliennya tidak wajar. Namun, ia menyatakan tetap menghormati putusan tersebut. "Itu lebih tinggi dari tuntutan, kami nilai tidak wajar, tapi bagaimana pun kita harus menghormati putusan hakim," tuturnya.

    JPU dalam dakwaannya menyebutkan, dugaan korupsi dilakukan Syahrul bersama tersangka Sudirman J (DPO). Perbuatan itu terjadi pada medio September 2017 hingga Agustus 2018.

    Awalnya, Syahrul memprakarsai kredit KUR ritel BRI Link kepada 18 debitur berdasarkan referal dari Sudirman, dengan besaran 17 debitur masing-masing sebesar Rp500 juta dan 1 debitur sebesar Rp300 juta.

    Kemudian, Syahrul memalsukan dokumen berupa Memorandum Analisis Kredit (MAK) KUR Ritel yang mengklaim bahwa debitur memiliki usaha di bidang perkebunan sawit. Syahrul juga memalsukan Laporan Kunjungan Nasabah (LKN) yang mengklaim kalau debitur punya lahan seluas lebih kurang 12 hektare dengan hasil 20 ton sawit.

    "Jaminannya adalah SKGR kebun kelapa sawit masing-masing 3 persil. Seolah-olah para debitur telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit KUR Ritel pada Bank BRI Cabang Ujung Batu tersebut. Padahal para debitur namanya hanya dipinjam alias fiktif oleh Sudirman," kata JPU.

    Meski mengetahui kalau debitur sebenarnya tidak punya lahan sawit, tersangka Syahrul tetap mencairkan dana di BRI cabang Ujung Batu.


     

    Terdakwa juga meminta buku tabungan dan kartu ATM 18 debitur tapi tidak pernah dikembalikan.
    Akan tetapi, setelah cair, dananya digunakan sendiri oleh Syahrul dan Sudirman. Kemudian, Syahrul juga memberikan fee kepada para debitur dengan jumlah bervariasi, antara Rp3 juta sampai Rp13 juta.

    Fee itu diberikan sebagai imbalan atas nama para debitur yang telah dipakai sebagai penerima kredit fiktif dari BRI Ujung Batu. Berdasarkan audit internal BRI, perbuatan kedua tersangka telah merugikan keuangan negara Rp7.246.195.700.




     
    Berita Lainnya :
  • Piala Dunia U-20: Asia U-19 dan U-16 Diundur Hingga 2023 Mendatang
  • Anthony Ginting Jadi Salah Satu Wakil Indonesia di Semifinal Yonex Thailand Open
  • Wali Kota Pekanbaru Lanjutkan Teken Komitmen dengan Kementerian PUPR
  • Bupati Sidrap Melepas Relawan Dan Membawa Bantuan Logistik Ke Sulawesi Barat
  • Rapat Paripurna DPRD Bukttinggi,Pengumuman Pemberhentian Walikota Bukittinggi Masa Jabatan 2016-2021
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Piala Dunia U-20: Asia U-19 dan U-16 Diundur Hingga 2023 Mendatang
    02 Anthony Ginting Jadi Salah Satu Wakil Indonesia di Semifinal Yonex Thailand Open
    03 Wali Kota Pekanbaru Lanjutkan Teken Komitmen dengan Kementerian PUPR
    04 Bupati Sidrap Melepas Relawan Dan Membawa Bantuan Logistik Ke Sulawesi Barat
    05 Rapat Paripurna DPRD Bukttinggi,Pengumuman Pemberhentian Walikota Bukittinggi Masa Jabatan 2016-2021
    06 Polres Bukittinggi Adakan Kegiatan "GIAT SEDEKAH JUM'AT RUTIN"
    07 Berbagi! Bripka Eko Purnomo Bhabinkamtibmas Polsek Enrekang Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat
    08 Polres Enrekang Terima Bantuan dari BRI Wastafel
    09 Diawali Vaksin Oleh Presiden, Bupati dan Forkopimda Kampar Perdana
    10 Tekab Polsek Medan Sunggal Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor
    11 Muhammad Jamil Sekda Pekanbaru, Ajak Kalangan Mahasiswa Ikut Berpartisipasi Bersihkan Sampah
    12 KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos, Amankan Dokumen Terkait Kasus Bansos
    13 PETI Dompeng di Desa Gunung Kesiangan Kembali Ditertibkan Jajaran Polres Kuansing
    14 Wabup Serdang Bedagai Terima Audiensi BKPRMI, Harapkan Sinergitas Bangun Daerah
    15 Polhut Amankan 51 Kayu di Jambi, Diduga Hasil Pembalakan Hutan Lindung
    16 Firdaus MT Wali Kota: Apresiasi Petani Jagung Hibrida di Kelurahan Agrowisata
    17 Pelaku Usaha Lalai Tidak Membayar Pajak Didenda 4 Kali Lipat Dari Total Pajak
    18 Pria Umur 51 Tahun Nekat Cabuli Anak Di Bawah Umur
    19 Pemko Pekanbaru Harus Segera Tangani Banjir,Ketua DPRD Pekanbaru Khawatir Ada Tumpukan Sampah
    20 Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Ternyata Pernah Positif Corona
    21 Satgas OPS Aman Nusa II-2021 Polres Kuansing Kawal Pengiriman Vaksin Covid-19 Sinovac
    22 Ada 4 Prosedur Yang Akan Dilaksanakan Harus Dilakukan Vaksinasi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © PT.RAFAEL LIPUTAN ONLINE PERS - LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA